Timur Tengah Dari Perspektif Turki (5)

Kajian dari Prof. Dr. Salih Yılmaz, Ketua Institusi Penelitian Rusia (RUSEN), Universitas Yıldırım Beyazit Ankara

Timur Tengah Dari Perspektif Turki (5)

Sebelum dan sesudah tentara Turki melakukan operasi di Afrin, sikap Rusia telah masuk ke dalam agenda ini. Ketika pernyataan operasi pertama dikeluarkan, muncul Penegasan Menteri Luar Negeri Rusia Lavrov di Amerika Serikat tentang penarikan tentara Rusia yang menarik perhatian. Namun perdebatan tersebut berakhir ketika Kepala Staf Rusia menjelaskan bahwa tentara Rusia ditarik ke daerah yang aman. Operasi militer Turki di Afrin sejatinya sudah diharapkan oleh Rusia sejak lama. Karena pertemuan-pertemuan Putin- Erdoğan, Turki selalu membawa isu-isu Afrin untuk dibicarakan dalam setiap pertemuan. Setelah melihat isu PYD di Afrin dengan berhati-hati, kebijakan Rusia dalam beberapa tahun terakhir untuk pertama kalinya memilih untuk tidak ikut campur ke dalam krisis Turki dengan PYD. Rusia mengerahkan pasukannya ke wilayah Tel-Rifaat satu hari sebelum operasi militer Turki di Afrin.

Rusia mencabut harapan dari PYD

Setelah operasi Afrin dimulai, kami telah melihat penjelasan yang kaku dari elemen Militer PYG terhadap Rusia. Bahkan di antara keterangan, kami juga menyadari bahwa Rusia sedang menengahi antara PYD dan Assad. Itulah rangkuman deskripsi Komandan Jenderal YPG Sipan Hamo tentang perlunya menggunakan Rusia sebagai perantara dalam negosiasi dengan Assad mulai sekarang. Politik dan dukungan AS membuat PYD menjadi organisasi yang terhubung langsung dengan Amerika Serikat. Dengan bantuan dan dukungan yang diterima PYD, dianggap mampu melawan Assad dan Rusia. Negosiasi yang di lakukan oleh otoritas Rusia di Qamishli, tentang kebebasan PYD menjadi tentara nasional yang merupaka permintaan AS, disetujui oleh Rusia. Sementara persiapan untuk Kongres Dialog Nasional Suriah terakhir sedang berlangsung, Rusia juga tidak nyaman dengan adanya tekanan yang dilakukan oleh PYD terhadap kelompok Kurdi lainnya. Para pemimpin suku Kurdi yang diundang oleh Rusia diancam oleh PYD yang berusaha mencegah mereka berpartisipasi dalam kongres tersebut. Dalam keadaan seperti ini, upaya untuk menyabotase Kongres Dialog Nasional oleh PYD telah nyata terjadi.

Fakta yang terjadi baru-baru ini bahwa PYD mengikuti kebijakan AS, dan mengabaikan pemerintah Rusia dan Suriah, menyebabkan Rusia mengubah kebijakannya terhadap PYD. Misalnya, elemen yang menyerang elemen Assad dan Rusia di daerah Rakka dan Deyr-Zor memiliki hubungan dengan PYD. Setelah pembersihan Daesh di Rakka, PYD menentang pandangan Rusia yang menyatakan bahwa kota tersebut harus diserahkan ke suku Arab atau Assad. Dengan kata lain, sebagian besar kegiatan PYD dalam 6 bulan terakhir bertentangan dengan kepentingan Rusia. Dari sudut pandang Rusia, PYD harus dihukum.

Fakta bahwa AS yang secara aktif mendorong gagasan separatis dan terus memberontak kepada orang-orang Kurdi, dimana PYD menjadi targetnya, sangat mempengaruhi Rusia. Pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia, Lavrov, memberikan pernyataan yang menunjukkan adanya kerjasama antara PYD dan Amerika Serikat, "AS tidak mengerti situasinya atau memang sengaja melakukan provokasi."

Afrin: Titik Temu Hubungan Turki-Rusia

Campur tangan Rusia di Suriah pada tahun 2015, tak terlepas dari hubungan kerjasamanya dengan PYD yang berkembang dengan pesat. Di wilayah Afrin, tentara Rusia dikerahkan sebagai pasukan pengintai. Kami juga menyadari bahwa tentara Rusia dan elemen PYD bertindak bersama dalam perang melawan Daesh di wilayah Manbij. Ada juga titik pengintaian militer Rusia di wilayah Manbij hari ini. Sekali lagi, kami memperkirakan bahwa militer Rusia bekerja di kota Qamishli. Ketika Afrin sampai di Turki, maka operasi ini diblokir oleh Rusia. Inilah salah satu break point bagi kedua negara. Bisa dikatakan bahwa Operasi Turki di Afrin dapat menyelamatkan Rusia dari beban.

Kerjasama yang kuat antara Turki dan Rusia di Suriah, di sektor energi, terutama bekerjasama dalam di bidang militer juga faktor penting untuk tidak berpihak ke PYD. Penjelasan yang dilakukan dengan Turki atas Kesimpulan dari Kesepakatan Turki-Rusia tentang pergantian Afrin-Idlib, tidak benar adanya.   

Apakah Operasi Afrin akan mempengaruhi Sochi?

Pernyataan bahwa Olive Branch Operation Turki di Afrin kemungkinan akan mempengaruhi Kongres  Dialog Nasional sering terdengar. Kami melihat bahwa beberapa kekuatan yang berlawanan yang memiliki pendapat untuk tidak berpartisipasi dalam kongres, mengubah pandangan mereka secara positif tentang operasi di Afrin. Satu-satunya yang berbeda adalah bahwa PYD mengancam perwakilan suku Kurdi yang akan menghadiri kongres tersebut. Oleh karena itu, ada kemungkinan kongres tersebut akan dikumpulkan tanpa perwakilan Kurdi. Ada kemungkinan untuk mempersiapkan sebuah konstitusi tanpa mempertimbangkan pandangan PYD, karena Kongres Dialog Nasional Suriah berencana akan dilanjutkan tahapnya ke pembentukan konstitusi baru.

Setelah operasi Afrin dimulai, pasukan Demokratik Suriah (SDG) yang memegang kendali PYD / YPG telah menolak Konferensi Sochi dan konsekuensinya. Rusia harus mengevaluasi kembali posisi mereka. Pernyataan tersebut bisa dianggap sebagai sikap. Sebelum operasi Afrin, Rusia memiliki banyak upaya untuk melibatkan PYD ke dalam kongres. Tapi dengan operasi ini dipastikan bahwa PYD tidak akan dipanggil ke kongres.

Turki-Rusia layaknya menjadi satu negara dalam menjalankan kebijakan politiknya

Tidak peduli apakah Turki atau Rusia yang mulai bertindak sebagai satu negara dalam menyelesaikan banyak isu. Di Suriah, meski ada perbedaan pendapat mengenai banyak isu, mereka bisa tetap bisa mencapai kesepkatan bersama. Rusia memberikan apa yang dibutuhkan oleh Turki di bidang tekhnologi militer dan energi Nuklir. Sebaliknya, Turki juga mendukung proyek pipa gas Rusia. Dalam kondisi ini, khususnya hubungan antara Kepala Staf Umum dapat diselesaikan dengan cepat dengan beberapa adanya masalah. Selama periode ini, kita melihat Kepala Staf Umum Rusia, Gerasimov, cukup berpengaruh dalam menentukan kebijakan dalam hubungan Rusia dengan Turki.

Harus dikatakan bahwa Operasi Cabang zaitun Turki dilakukan dalam lingkup koordinasi yang intensif dengan Rusia. Bagi Turki dan Rusia, hal terpenting dalam isu Suriah adalah untuk menjaga integritas wilayah Suriah.

Demikian kami sajikan kajian dari Prof. Dr. Salih Yılmaz, Ketua Institusi Penelitian Rusia (RUSEN), Universitas Yıldırım Beyazit Ankara



Berita Terkait