Eko Politik (13)

Kami akan sajikan kajian dari Prof. Dr. Erdal Tanas KARAGÖL, Departemen Ekonomi, Fakultas Ilmu Politik, Universitas Yıldırım Beyazıt

Eko Politik (13)

Awal pekan ini, salah satu topik yang paling penting di tengah agenda Turki yang diadakan di Varna, Bulgaria, adalah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Turki – Uni Eropa. KTT ini akan mendiskusikan isu-isu bagaimana hubungan keduanya kedepan, kemudian setelah itu perkembangan apa yang perlu dicanangkan kedepan dan bagaimana startegi keduanya dalam bidang ekonomi.

Agenda terpenting dalam KTT Turki-Uni Eropa di Varna adalah isu-isu perjuangan melawan terorisme, pembebasan visa, Siprus dan Uni Bea Cukai. Tema pertama yang akan dibahas adalah mengenai fakta bahwa Turki menjadi negara destinasi utama bagi para pengungsi untuk mendapatkan perlindungan.

Namun, kenyataan bahwa 3 miliar euro tahap pertama dari 6 miliar euro yang dijanjikan oleh Uni Eropa kepada Turki belum dibayar, menunjukkan bahwa Uni Eropa tidak sepenuhnya memenuhi tanggung jawabnya untuk pencari suaka. Dalam KTT Turki di Varna dijelaskan secara jelas pandangan mereka tentang isu ini, mereka menuntut tanggung jawab Uni eropa untuk nasib para pengungsi.

Selain itu, terkait dengan pembaharuan Uni Bea Cukai, akan ada kemajuan yang signifikan dalam bidang ekonomi Turki dan Uni Eropa, dan transaksi perdangan Turki-Uni Eropa akan memberikan potensi besar, sehingga masalah Uni Bea Cukai merupakan isu yang penting bagi keduanya.

Seperti diketahui, Turki merupakan salah satu negara yang paling penting dari kemitraan strategis Uni Eropa dalam bidang perdagangan. Oleh karena itu, untuk lebih meningkatkan volume perdagangan yang ada, Uni Bea Cukai harus dilanjutkan dan pekerjaan-pekerjaan ini harus segera diselesaikan. Hal ini terutama karena ada perjanjian perdagangan bebas yang akan ditandatangani dengan negara-negara lain, sehingga Uni Eropa telah menjadi bagian penting bagi perekonomian Turki.

Hubungan kemitraan Turki-Uni Eropa juga ada dalam bidang energi. Ketegangan antara Turki dengan Yunani yang terjadi pada Februari lalu mengenai isu Siprus terjadi dalam kurun waktu yang lama dan merambat ke isu yang lain.

Namun, KKTC dan Turki, Kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Yunani Siprus Selatan di pulau itu bertentangan dengan hukum internasional dan  telah cukup jelas bahwa pemerintah Yunani tidak boleh bertindak sewenang-wenang di wilayah itu. Turki yang merupakan aktor kunci dalam setiap pengambilan hak keputusan harus mengambil langkah untuk mengamankan sumber daya energi yang ada di Siprus dan mempertahankan haknya jika sumber daya energi di wilayah itu harus dibagi.

Dalam konteks ini, dalam KTT yang diadakan di Varna itu tidak boleh diabaikan bahwa Turki berperan penting  dalam menjamin keamanan pasokan energi di Mediterania Timur yang dapat membawa Turki menjadi aktor geopolitik yang paling menentukan di kawasan tersebut.

Aslinya baik Yunani maupun Uni Eropa bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah pembagian energi yang ada di Siprus, Mediterania Timur, secara adil.

Pendek kata, penting untuk tidak melupakan masalah pembebasan visa dan anti-terorisme, yang menarik banyak perhatian dalam KTT tersebut. Pembebasan visa akan memperkuat hubungan antara Turki-Uni Eropa, sedangkan isu anti-terorisme akan dapat menciptakan situasi yang aman bagi Uni Eropa.

Akhirnya, sekali lagi KTT Varna menjadi ajang dialog yang penting untuk menjalin hubungan antara Turki-Uni Eropa dan dengan adanya rencana KTT yang akan diadakan pada periode selanjutnya juga memberikan sinyal bahwa komunikasi Turki-Uni Eropa akan tetap terjalin hingga akhir Juni.

Demikian kajian dari Prof. Dr. Erdal Tanas KARAGÖL, Departemen Ekonomi, Fakultas Ilmu Politik, Universitas Yıldırım Beyazıt



Berita Terkait